Siswa dan Perbuatan Belajarnya ( Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran Kimia )


Siswa dan Perbuatan Belajarnya ( Permasalahan Siswa dalam Pembelajaran Kimia )

 Siswa/siswi  istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah atas. Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu komponen pendidikan, siswa dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan sosial, pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis. (Wikipedia)
Setiap peserta didik mempunyai karakter masing – masing, Menurut Doni Kusuma (2007),  karakter adalah ciri, karakteristik, gaya, atau sifat diri dari seseorang yang bersumber dari bentukan – bentukan yang diterima dari lingkungannya. Berdasarkan pendapat tersebut karakter peserta didik turut dibentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.
            Menurut Sukintaka (1992: 45-46) dalam Rori lanun (2007: 19-20) karakteristik anak SMA umur 16-18 tahun antara lain :
a.        Jasmani
1.      Kekuatan otot dan daya tahan otot berkembang baik.
2.      Senang pada ketrampilan yang baik, bahkan mengarah pada gerak akrobatik.
3.      Anak laki-laki keadaan jasmaninya sudah cukup matang.
4.      Anak perempuan posisi tubuhnya akan menjadi baik.
5.      Mampu menggunakan energi dengan baik.
6.      Mampu membangun kemauan dengan semangat mengagumkan.
b.      . Psikis atau Mental
1.      Banyak memikirkan dirinya sendiri.
2.      Mental menjadi stabil dan matang
3.      Membutuhkan pengalaman dari segala segi.
4.      Sangat senang terhadap hal-hal yang ideal dan senang sekali bila memutuskan masalah-masalah sebagai berikut : a) Pendidikan, b) pekerjaan, c) perkawinan, d) pariwisata dan politik, dan e) kepercayaan.
c.       Sosial
1.      Sadar dan peka terhadap lawan jenis.
2.      Lebih bebas.
3.      Berusaha lepas dari lindungan orang dewasa atau pendidik.
4.      Senang pada perkembangan social
5.      Senang pada masalah kebebasan diri dan berpetualang
6.      Sadar untuk berpenampilan dengan baik dan cara berpakaian rapi dan baik
7.      Tidak senang dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh kedua orang tua.
8.      Pandangan kelompoknya sangat menentukan sikap pribadinya.
d.      Perkembangan Motorik
Anak akan mencapai pertumbuhan dan perkembangan pada masa dewasanya, keadaan tubuhnya pun akan menjadi lebih kuat dan lebih baik, maka kemampuan motorik dan keadaan psikisnya juga telah siap menerima latihan-latihan peningkatan ketrampilan gerak menuju prestasi olahraga yang lebih. Untuk itu mereka telah siap dilatih secara intensif di luar jam pelajaran. Bentuk penyajian pembelajaran sebaiknya dalam bentuk latihan dan tugas.

Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada Siswa Menengah Atas. Untuk mempelajari materi kimia ada berbagai cara yang dapat dilakukan siswa yaitu dengan cara : 1). Belajar kimia dengan mengaitkan dengan alam atau dalam kehidupan sehari – hari, 2). Belajar kimia dengan berpikir sederhana, tanpa harus berpikir rumit, 3). Belajar dengan cara memahami bukan menghapal contohnya belajar memahami istilah – istilah kimia, 4). Belajar kimia dengan mengulang kembali pelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Dan 5). Belajar kimia dengan latihan secara terus menerus, misalnya mengerjakan latihan soal.

Kondisi belajar adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Definisi yang lain tentang kondisi belajar adalah suatu keadaan yang mana terjadi aktifitas pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Kondisi belajar juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Gagne dalam bukunya “condition of learning” (1977) menyatakan “The occurence of learning is inferred from a difference in human being’s performance before and after being placed in a learning situation”. Dengan kata lain ia menyatakan bahwa kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempakan pada situasi tersebut. Kondisi belajar kimia merupakan suatu keadaan peserta didik dalam belajar kimia. Kondisi belajar siswa sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar dalam suatu proses pembelajaran kimia, jika kondisi belajar peserta didik baik maka peserta akan dapat mengikuti pelajaran dengan baik pula dan jika kondisi belajar peserta didik didik tidak baik maka dapat mempengaruhi cara belajar siswa sehingga sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik, sehingga peserta didik tidak memahami materi pelajaran kimia yang telah disampaikan.
Menurut Arifin, dalam Rumansyah dan Irhasyuna (2001) kesulitan siswa dalam mempelajari ilmu kimia dapat bersumber dari :
1.      Kesulitan dalam memahami istilah
Kesulitan ini timbul karena siswa hanya menghapal istilah dan tidak memahami maksud dari istilah yang sering dipergunakan dalam pembelajaran kimia
2.      Kesulitan dalam memahami konsep kimia
Kebanyakan konspe – konsep dalam ilmu kimia maupun materi kimia secara keseluruhan merupakan konsep atau materi yang bersifat abstrak dan kompleks, sehingga siswa dituntut untuk memahami konsep tersebut secara mendalam.
3.      Kesulitan angka
Dalam mempelajari kimia tidak lepas dari perhitungan matematis, dimana siswa dituntut terampil dalam menerapkan rumusatau operasi matematika. Namun sering dijumpai siswa tidak memahami rumus tersebut.

              Selain dari yang dijelas kan oleh Arifin diatas, berdasarkan pengalaman yang telah saya alami se waktu SMA banyak peserta didik yang mengalami persoalan atau kesulitan dalam belajar kimia, yaitu karena : 1) peserta didik selalu pesimis di awal atau selalu beranggapan bahwa materi kimia itu sulit sehingga sewaktu belajar mereka tidak bisa menerima materi kimia yang disampaikan guru atau tidak memahmi materi yang telah disampaikan, 2). motivasi belajar yang dimiliki peserta didik kurang, sehingga tidak bersemangat saat mengikuti pelajaran. Sehingga dari kesulitan yang dialami siswa mendapatkan nilai atau hasil belajar yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan guru atau tidak mencapai KKM. Belajar tidak senantiasa berhasil, akan tetapi sering kali ada hal – hal yang bias menghambat kemajuan belajar.
Factor – factor yang mempengaruhi kesulitan belajar dikarenakan metode mengajar yang tidak sesuai, penekana kurikulum yang tidak cocok atau bahkan pembelajaran yang komplek.
 
              Dari persoalan tersebut saya sangat prihatin karena mata pelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang cukup penting tetapi banyak siswa atau peserta didik yang selalu pesimis dalam pembelajaran kimia, banyak yang menganggap sulit sampai ada yang tidak bisa memahami istilah dan konsep dari materi kimia.
              Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi persoalan ini yaitu : Guru merancang ulang strategi / metode yang digunakan dan melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa, menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, dan  memperbaiki akhlak, perilaku dan memberi motivasi kepada peserta didik.
Saran saya untuk mengatasi persoalan atau kesulitan yang dialami peserta didik tersebut perlu diperbaiki upaya atau  cara mengatasi persoalan dalam pembelajaran kimia itu,  yaitu :
1.      Peserta didik harus mempunyai  rasa optimis dalam belajar dan memilik rasa percaya diri yang tinggi yang didapat dari guru ( guru memberikan stimulus yang positif yang dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.
2.      Peserta didik  harus memiliki motivasi belajar, agar selalu semangat dalam mengikuti proses pembeajaran. ( motivasi belajar ini bisa diperoleh dari lingkungan belajar misalnya dari guru, atau teman sebaya nya, atau dari lingkungan masyarakat misalnya dari orang tua atau keluarganya.
3.      Penekanan pada kurikulum yang digunakan. Kurikulum yang digunakan harus sesuai dengan materi kimia yang disampaikan.
4.      Guru merancang strategi/metode pembelajaran yang cocok/sesuai untuk diajarkan dalam materi kimia.
5.      Guru harus memberi motivasi belajar kepada siswa dengan menjelaskan tujuan pembelajaran secara menarik dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
6.      Guru menyampaikan materi kimia dihubungkan dengan kehidupan sehari – hari sehingga siswa dapat lebih memahami apa yang disampaikan oleh guru
7.      Guru menyampaikan istilah dan konsep materi kimia secara santai dan rileks namun tetap dapat diterima oleh siswa.
8.      Guru harus bisa menjadi tauladan yang baik bagi peserta didik.

Semoga bermanfaat…
Terima kasih.


Komentar